Rabu, 17 Desember 2014

ketika sahabat menjadi bangsat

ketika ego memeluk rapat tubuh ini
rasa capek dan amarah menguasai diri
sahabat menjadi bangsat
berbaris rapi bersendekap dalam sunyi
cukup bagi mereka menjadi penonton
dan aku yang harus memainkan sinetron
atau kita semua akan malu
pernahkah hal itu terlintas di otak busukmu itu.?

ketika adegan ku perankan
dan kau.. sahabat bangsat mencaci-maki
tak sadarkah kau aku ini membelamu
aku ini yang menanggung kemaluanmu kepada mereka
masih kurangkah penderitaanku hingga engkau mencaci-maki aku
tak sadarkah kau..

saat kau berceloteh tentang kesalahanku didepan mata mereka
aku tau aku tak bisa tapi aku berani maju untuk menutupi harga dirimu wahai sahabat bangsatku

tak adakah keberanianmu sahabat bangsatku
sadarkah engkau bahwa celotehanmu kepadaku telah memalukan dirimu sendiri yang telah berusaha aku tutup-tutupi

kau sahabat bangsat pemakai topeng
tak punya harga diri
tak tahu terimakasih
banggalah menjadi penonton selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar